Tampilkan postingan dengan label SUARA PELAJAR DAN PEMUDA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SUARA PELAJAR DAN PEMUDA. Tampilkan semua postingan

Kamis, April 23, 2015

Mirisnya Perayaan UN: Undangan Pesta Bigini, Bajak Truk, Pesta Mesum

Corat-coret seragam terus konvoi mungkin sudah ada sejak jaman dulu gitu ya, seolah itu tuh ritual yang turun menurun untuk merayakan kelulusan. Tapi ngomongin soal perayaan UN makin kekinian makin ‘ya ampun banget’, seperti kemarin di Jakut ada yang konvoi lalu cegat truk kontainer kemudian naik diatasnya. Terus di Kendal Jateng ada juga yang merayakan dengan pesta mesum di kamar hotel. Di Makasar ada yang telanjang di jalan.
Gak jelasnya lagi di youtube ada undangan pesta bigini untuk perayaan UN. Entah itu ulah siapa, serius atau sekedar nyari sensasi tapi yang pasti itu parah banget.
Videonya di youtube udah dihapus sih, tapi sekilas lihat promonya tuh ngeri gimana gitu, pembelian tiket sebelum hari H dikenakan biaya Rp 150.000 sementara untuk pembelian tiket langsung sebesar Rp 200.000. Panitia juga menyiapkan paket VIP dan VVIP dengan harga yang terbilang tak murah. Paket VIP yang berisi 2 botol minuman anggur termurah dijual seharga Rp 2.400.000. Paket termahal yang berisi 4 botol minuman plus ruangan dijual dengan harga Rp 5.000.000.
Di undangan itu tertulis informasi ‘no weapon, no drugs, no fear’ dengan kostum bikini summer dress. Acara digelar di kolam renang di hotel berbintang di Jl Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada 25 April 2015.
Gimana coba? Mungkin pengin kayak di film-film gitu, banyak kan film luar yang menceritakan tentang anak-anak sekolah yang menggelar pesta dirumahnya, mabuk-mabukan dan sekitarnya. Kalau di Indonesia film pesta-pesta anak sekolah gitu ya ada kan, tapi gak pakai mabok-mabok kayak cerita film diluar.
Kalau misal, ini misal loh ya! Pesta yang sedemikian rupa itu beneran adanya, apa iya ada peminatnya? Mungkin ada, mengingat pergaulan anak masa kini, banyak yang ngegeng, terus tontonan masa kini juga gitu-gitulah, jadi kalau ada acara seperti itu yah pasti ada yang ikut-ikutan.
Mungkin ini peringatan bagi sekolah dan orangtua untuk mengawasi mereka yang habis pada UN. Walaupun sekedar coret seragam dan konvoi sekalipun harusnya tetap diawasi karena konvoi itu berpeluang menciptakan tawuran sesama pelajar, selebihnya menganggu kenyamanan pengendara lainnya. Terlebih yang berbau-bau mesum tuh, harusnya lebih diperhatikan lagi. *Miris… **Miris… ***Miris…..
Oh iya, menurut anda untuk yang bikin undangan gak jelas itu perlu ditindak lanjutin gak? itu tuh entah iseng atau sensasi atau memang niatan untuk nyari duit, yang pasti yang sedemikian rupa itu idenya parah banget!
Salam Ketak-Ketik,
dr Pojokan

sumber : detik.com
Read more »

Rabu, April 22, 2015

Mentoring Telah Mendekap Erat Mimpi-mimpi Kami

Langit hari ini diselimuti mendung yang kelabu. Meski Allah telah menitahkan pada matahari untuk menyinari bumi, terkadang ia muncul, terkadang tetap saja malu-malu untuk menampakkan dirinya di atas sana. Ah, langit di Ngawi tercinta. Semoga tiada hari berlalu tanpa pertemuan antara hikmah dan diriku di sana..
Hari ini aku tahu, ke sekian kalinya aku harus ijin pada teman-teman kepanduan untuk mentoring di masjid sore nanti. Tentu setelah aku menunaikan tugasku yang baru, membacakan sandi ambalan di upacara pembukaan latihan rutin itu lantas aku bisa pergi menuju masjid. Alhamdulillah, waktu untuk mengaji bersama datang juga.
Senandung tilawah Al-Quran mbak Titin begitu menenangkan. Akhir-akhir ini memang kami di kelas tiga sedang banyak PR dan penugasan, butuh kekuatan ruhiyah yang lebih dari biasanya. Banyaknya tugas itu juga yang menjadi kendala anggota kelompok mentoring kami terkadang datang terkadang juga ijin. Pekan kemarin Ninin ijin, pekan ini Beta yang ijin. Meskipun begitu, sekali mbak Titin memulai tilawah alqurannya, rasanya kami seperti dibawa ke taman yang indah lagi menyejukkan. Tak lagi terbebani tugas akademik yang kadang menyesakkan. Damai rasanya. Kami berlima. Ada Mbak Titin, Aku, Khoir, Rasti dan Ninin. Tepat disebelah selatan hijab serambi masjid sekolah kami duduk melingkar bersama.
Mbak Titin membawakan materi tentang sifat sabar dan syukur. Di sore yang tenang, setelah pagi hingga siang tadi air terhambur dari langit, membasahi dedaunan yang dulu sempat menguning serta menyuburkan kembali tanah–tanah di halaman sekolah yang sering berdebu. Kami mengharap keridhoan Allah teriring bersama majelis ilmu ini.
Mbak Titin menutup materinya dan berpesan, ‘Kesabaran senantiasa berpadu dengan rasa syukur, Dik. Dalam bersyukur, kita berikhtiar dengan kesabaran tertinggi yang kita punya. Puncak kesabaran yang insya Allah terus meninggi beriringan dengan tangga syukur yang coba kita bangun. Bersyukur dengan ilmu yang dititipkan Allah pada kita, maka kita coba bersabar dengan segala ujiannya dalam menjalankan perintah Allah untuk menyampaikan ilmu itu pada saudara kita yang lain. Bersyukur dengan kesempatan yang telah Allah berikan sehingga kita berusaha menunaikan tanggungjawab kepemimpinan yang telah Allah amanahkan dengan rasa sabar. Masya Allah, indahnya hidup ini Dik, jika ia teriring bersama rasa syukur dan kesabaran dalam diri kita.’
Mataku kini seperti tergenang air yang bening. Ia jatuh menetesi pipi. Satu-dua tetes. Kututupi mukaku dengan tangan. Aku teringat dengan semua tanggungjawab yang ada. Terkadang rasanya berat untuk menjalaninya. Mbak Titin agaknya tahu apa yang aku rasakan sore itu sebab dari semalam aku memang sudah mencoba menceritakannya.
“Dik, jangan bersedih. Allah tahu lelah anti..”Mbak Titin mencoba menenangkan .
Kujawab sebisaku meskipun aku benar-benar mendengar sendiri suaraku terpatah-patah tak bisa menahan malu pada Allah, kutangkupkan lutut ke dada sambil terus mengusap air mata yang semakin deras, ‘ Dik Nopi malu mbak.. anti tahu sendiri bagaimana Nopi masih harus banyak belajar mengatur waktu, belajar mengayomi adik-adik, masih seperti ini juga. Jauh dengan beberapa teman yang sudah lebih dulu berpengalaman setahun membersamai adik–adik di sana. Apalagi kalau kami bersama, begitu senang rasanya punya teman seperti mereka. Jauh mbak dengan saya. Ada yang bilang, Ini sudah bukan waktunya belajar lagi, kamu harusnya bisa begini dan begitu!”
Mbak Titin memelukku, ”Dik Nopi istigfar…” Aku beristigfar sebanyak yang kubisa. Jiwaku bergemuruh. Merasa tidak pantas dengan apa yang tersandang pada namaku saat ini. Amanah itu bukan tentang nama, tapi tentang kontribusi yang engkau tunaikan. Masih jelas terngiang nasehat ini kupegang kuat-kuat. Tapi aku merasa begitu lemah sekarang. Bertanggungjawab di tengah teman–teman seperjuangan yang kebanyakan memang terkesan berwatak keras, bisa sewaktu–waktu bercanda ke sana kemari tapi seketika bisa pergi karena merasa tak dianggap jika kita lalai tak memberi perhatian. Kini aku diberi tanggungjawab untuk memimpin mereka.
Rasti mendekatiku juga. Dia memasang wajah dengan mata berkaca-kaca, memelukku, dan berpesan, “Menjadi teh celup itu juga jalan dakwah yang kita yakini Nop. Ingatlah, kita slalu bersama. Kuatkan pundakmu, selami dengan perlahan. Maka ia akan berwarna secerah warna yang kau bawa. Secerah ketika dakwah telah mewarnainya.. “
Aku menatapnya, tak bisa lagi kusembunyikan rasa sayang ini, kami berpelukan diselimuti keharuan yang menyeruak dalam hati. Begitu dalam.
Sambil terus mengelus–elus pundakku, mbak Titin menguatkan azzamku untuk terus bertahan disana,
”Bismillah Dik, kita niatkan dalam hati. Terus ingat bahwa Allah adalah tujuan semua lelah ini. Anti dipilih dengan hasil musyawarah. Tak meminta dan tak mengerti hendak diminta Allah dimana. Menjadilah hati ini hati yang tenang, yang selalu mengingat Allah. Sungguh beruntung orang yang mampu mempertahankan semangatnya di setiap pergantian waktu, dan menemukan Allah di setiap gerak langkahnya..”
Beliau meneruskan, “Mbak Titin juga kadang perlu menguatkan diri mbak sendiri. Allah sudah mengajarkan bagaimana menjaga agar hati ini menjadi tenang. Dalam Alquran surat Ar Ra’d ayat 28 sering menyapa kita, Adalah orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”
Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram..
Mbak Titin bilang, ayat ini sering beliau sampaikan di mentoring kami. Tapi entah memang aku yang tidak memperhatikan atau memang ayat itu baru kubaca hari ini? Mbak Titin memintaku membuka Alquran pada ayat tadi dan membacanya dalam hati. Berkali–kali. Aku menurut, kubaca berkali–kali saat itu juga. Sebab lisan ini sudah tak sanggup lagi berkata-kata. Sejuk, tenang rasanya membaca kembali ayat ini. Seperti belum pernah terdengar sebelumnya, meskipun dengan sadar, aku tetap tak bisa menahan tangis ditemani pelukan sahabat–sahabat tercinta. Kini yang kurasa berbeda, tangis rasa syukur tiada terhingga, begitu tenangnya mengingat bahwa tiada air mengalir dari hulu ke hilir kecuali atas izin Allah. Tiada pertemuan yang penuh hikmah di tiap pekan ini kecuali atas izin Allah pula.
***
Dalam tiap pekan kami dipertemukan jadwal rutin untuk mentoring, mengaji di serambi masjid sekolah. Meski tak sama mimpi yang ingin kami wujudkan, mentoring telah mendekap erat mimpi–mimpi kami. Bahkan telah memupuknya perlahan. Mimpi untuk mengantarkan hikmah ke segala ranah. Hingga kini, setelah tiga tahun berlalu. Rasti, Ninin, Khoir, Beta dan aku pun memang tak berada di satu daerah lagi. Kami menginjakkan kaki di bumi cinta Allah yang berbeda. Tapi satu yang slalu terkenang, bahwa mentoring telah mendekap erat mimpi–mimpi kami. Bahkan memupuknya dengan perlahan. Hingga ia bisa terwujud, mengantarkan hikmah ke segala ranah.. [Putri Dwi Novitasari]
Read more »

Senin, Maret 17, 2014

Surat Cinta Anak-anak Muda Kader PKS

Kami bukanlah siapa-siapa, hanya anak-anak muda yang mencoba berkarya. Tak sekedar karya tapi juga ingin turut serta goreskan garis sejarah dalam tapak perjuangan seperti abinda dan umminda yang kami cinta.

Hari demi hari kami lalui, menyaksikan betapa partai ini diuji. Namun yang kami dapati, mereka tetap dekat dan melayani.

Ah, siapalah kami dalam barisan dakwah ini. Muda-mudi yang belum pandai kemudikan diri, masih banyak yang harus kami pelajari.

Ummi dan Abi yang kami cintai…

Jikalau anak mu ini tak pandai menyusuri jejak mu, tetaplah rangkul kami, dekap kami dalam kasih sayang mu. Jangan pernah henti ajari kami, menikmati manis pahit rasa dalam dakwah ini. Sungguh sadar diri ini, terkadang membuat Ummi dan Abi dalam kesulitan dan kekhawatiran mendalam.

Maafkan kami…

Ummi dan Abi yang kami cintai…

Izinkan kami melukiskan cinta ini, izinkan kami bekerja riang dalam perjuangan ini, izinkan kami ciptakan harmoni dalam keluarga besar ini…

Ummi kami yang tercinta, terima kasih telah lahirkan kami dari rahim mu yang mulia.

Abi kami yang tercinta, terima kasih telah besarkan kami dalam warna perjuangan mu yang mulia.

Manis ukhuwah di partai dakwah, rasanya membuat kami nyaman berada di dalamnya.

Tulus hati ini menyemai cinta, terbias dalam kerja, untuk ciptakan harmoni keluarga kita.

Allah ya Rabb, tegarkanlah Umminda dan Abinda kami yang tersayang dalam jalan juang ini. Sehatkan keduanya, berkahi dan rahmati hari-harinya. Kuatkan saat ujian, cercaan, dan halauan datang menghadangnya.

Allah ya Rabb, ampunilah dosa-dosa kami dan abi ummi kami, sayangilah abi ummi kami sebagaimana mereka menyayangi dan mengasihi kami sejak kami lahir ke dunia ini.

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Aamiin...


*by @fifah_Afifah_ & GKers
Read more »

Jumat, Februari 14, 2014

Ini Kronologi Gunung Kelud Meletus #PrayforKelud

Malang - Setelah naik statunya dari Siaga menjadi Awas, gunung Kelud, Jawa Timur, akhirnya meletus pada hari Kamis (13/2/2014) malam. Sampai hari Jumat (14/2/2014) dini hari, letusan belum berhenti.

Letusan gunung Kelud mengakibatkan hujan batu dan abu di sejumlah daerah kabupaten/ kota Kediri, kabupaten Blitar, kabupaten Malang, dan kota Batu. Selain hujan batu, lahar panas juga tumpah menuju sungai.

Berikut kronologi peristiwa letusan gunung Kelud yang dikeluarkan oleh Pemkab Kediri: Letusan tercatat terjadi selama empat kali. Terdiri pada pukul 22.55, pukul 23.00, pukul 23.23, dan pukul 23.29 WIB. Letusan terbesar terjadi pada yang keempat.


Hujan batu terpantau sampai ke wilayah kecamatan Pare
Hujan batu terpantau sampai ke wilayah kecamatan Pare pada pukul 23.36 WIB. Pada pukul 23.41 WIB, hujan batu sebesar ibu jari kaki melanda wilayah kecamatan Wates dan Pesantren Kota Kediri. Pada pukul 23.55 WIB, hujan batu ini menjangkau kawasan SLG.


Pukul 00.05 WIB, hari Jumat, hujan batu kecil-kecil sampai ke wilayah Pace, Kabupaten Nganjuk. Hujan batu ini disertai dengan abu dan pasir.

Pemkab Kediri juga mencatat bahwa petugas vulkanologi telah meninggalkan pos Kelud pada saat letusan ketiga. Meski terjadi hujan batu dan debu, Pemkab belum menerima laporan adanya korban jiwa maupun bangunan roboh. [beritajatim.com]

Hujan Abu Vulkanik Kelud Sampai Jogja

Ini foto depan rumah saat tulisan ini dibuat 05.30 WIB, hujan abu vulkanik Kelud
Pagi shubuh saat berangkat ke Mushola untuk shubuh berjama'ah cukup kaget dengan hujan abu vulkanik yang cukup deras. Jalanan menjadi putih tertutup abu. Mata terasa pedas. Di masjid dan mushola tadi shubuh juga langsung diumumkan lewat pengeras suara akan hujan abu agar warga waspada dan meningkatkan doa untuk keselamatan semua. 

"Allahumma Sallimnaa wa Ummatanaa..." #PrayforKelud

(Ya Allah, selamatkan kami semua)

UPDATE: jam 06.30
sumber: pkspiyungan.org


kondisi jalan depan rumah jam 06.30. dan hujan abu masih deras.                
Read more »

Kamis, Februari 13, 2014

(Video) “Chika Punya Cerita” Sitkom Menarik dan Mendidik

Lihat disini
Televisi kini bukan jadi hal yang asing lagi. Tayangan-tayangan di televisi saat ini sudah menjadi konsumsi harian publik. Tak hanya kalangan dewasa dan orang tua, remaja bahkan anak-anak pun menikmatinya. Sayangnya, tayangan televisi kini di dominasi oleh tayangan yang kurang bermutu dan mendidik. Dalam sinetron-sinetron televisi kerap kali adegan yang mencontohkan sikap kurang baik, seperti berkelahi, menghasut, narkoba, dan masih banyak lagi.
Sebuah komunitas pemuda Islam yang sering di sebut Garuda Keadilan mencoba membuat terobosan baru. Di usia muda ini mereka berkarya melalui film pendek dan video-video kreatif lain nya. Film “Chika Punya Cerita” yang baru di rilis tanggal 3 Februari lalu ini tidak sekadar berisi humor atau lawakan belaka. Film ini juga berbagi pesan-pesan moral untuk para remaja. Bukan hanya tayangan yang sekilas lewat, tapi mereka menyisipkan pesan-pesan positif dalam tiap adegan nya. Meski hanya tayang di YouTube tiap 2 pekan sekali besar harapan mereka, agar film ini menjadi inspirasi pemuda dan remaja Indonesia. Tidak menutup kemungkinan, orang dewasa juga tentu tertarik menyaksikannya.
Ketika tulisan ini diturunkan, ada beberapa komentar penggemar Gkreatip dan Garuda Keadilan di YouTube terhadap video ini, antara lain:
Garybaldi Yoelpatria: malam minggu chika,, :D,, like the chinese people,, get the idea and make it some modification,, :D,, 3 besar lah,, :D
Hana Qurrota’aini: Waah emang kece badai dah.. emang Kreatip.. Luar biasa! Lanjutkan! Salam CKH
Muhammad Al Ghazali: Hmmmmm…. Lumayan utk pemula hehehhe
Di episode pertama yang berdurasi 5:34 menit film ini baru berisi perkenalan. Ada 3 tokoh menarik dalam film ini. Mereka adalah Chika, Khalid, dan Hana. Wah, nama nya “pas” banget di hati. Nantikan episode selanjutnya yang tentu lebih “nembak” ini, hanya di Generasi Kreatip on YouTube.
 
 
Read more »

Musisi Hip Hop Persembahkan Lagu untuk PKS

Jepi dan Mizy, musisi hip hop dari Medan berkolaborasi dengan Maidany mempersembahkan lagu  untuk menghantarkan kemenangan PKS menuju 3 besar.

Kolaborasi ini menamakan diri grup Ber3 (Si Jiwa Maidany, Jepi, Mizy) merilis lagu beraliran hip hop dengan nuansa serba 3 berjudul BERTHREEAK..

Ayo semua berteriak (jump... Jump...)
Angkatkan tanganmu ke udara (jump... Jump...)
Hentakkan suaramu berirama (jump... Jump...)
PKS katakan... (IYA...)

Download lagunya:


sumber: pkspiyungan.org


Read more »

Senin, Februari 10, 2014

Ada Cinta di Bulan Februari

Kata cinta akan semakin nyaring di telinga para manusia, pemuda khususnya, pada bulan Februari. Mengapa demikian? Karena di bulan tersebut terdapat hari kasih sayang yang biasa disebut hari valentine. Di sinilah penjerumusan awal yang sengaja dibuat Barat untuk mendegradasi moral bangsa-bangsa yang bermoral.
Hari Valentine tidak lepas dari sejarah kelam sepasang muda mudi yang memadu kasih hingga berujung pada kematian salah seorang kaisar yang rela membela pasangan yang tidak sah itu, karena pasangan muda mudi itu ternyata masih mempunyai hubungan darah. Dari sedikit cuplikan sejarah di atas saja sudah tidak jelas. Memang banyak perbedaan sejarah mengenai hari valentine. Tapi tetap saja tidak jelas dari mana sumbernya.
Apakah kita sebagai generasi (pemuda) yang intelek, akan tetap menuruti kegiatan-kegiatan kuno tersebut? Sudah tidak zamannya lagi mempertahankan budaya-budaya kuno yang itu tidak membawa manfaat sama sekali. Sekarang zamannya sudah modern dan canggih, sudah saatnya kita meninggalkan budaya “hari kasih sayang”. Bukankah kita bisa setiap saat berkasih sayang kepada sesama saudara kita dan juga keluarga?
Kasih sayang sering disalahartikan oleh kebanyakan kaum muda. Hal ini tidak lain karena perspektif manusia yang salah mengartikan hari kasih sayang. Hari kasih sayang diartikan sebagai hari untuk bercinta, hari untuk bercumbu, hari untuk memberikan seluruh raga kepada sang kekasih, meskipun belum ada ikatan suci yaitu pernikahan.
Perspektif ini cenderung terjadi dan dialami oleh para pemuda. Yang mengartikan hari kasih sayang sebagai hari untuk “bercinta”. Padahal kasih sayang merupakan ikatan batin yang mempersatukan antara manusia satu dengan manusia lainnya. Dengan rasa kasih sayang seseorang rela berkorban untuk orang yang dikasihinya.
Ilustrasi. (Foto: nayzak.deviantart.com)
Ilustrasi. (Foto: nayzak.deviantart.com)
Seorang ibu rela berkorban untuk anak-anaknya, seorang ayah rela berkorban untuk istri dan anak-anaknya, seorang anak rela berkorban untuk kehormatan keluarganya. Inilah esensi sebenarnya dari kasih sayang. Namun yang terjadi justru sebaliknya, seorang anak rela mengorbankan kehormatan diri dan keluarganya demi melampiaskan nafsu birahinya.
Ketika menjelang hari valentine, mungkin banyak para remaja yang sudah membuat perencanaan, akan ke mana, bersama siapa, berapa lama dan apa yang dibawa. Ketika hari valentine tiba, mereka meninggalkan orang tua mereka dengan pacar-pacar mereka, pergi ke tempat wisata atau sekadar pergi ke hotel-hotel kelas melati. Parahnya lagi, hotel pun sudah siap memfasilitasi perbuatan-perbuatan mesum mereka dengan menyediakan stok kondom yang mencukupi.
Padahal Allah sudah melarang kita untuk sekadar mendekati zina, apalagi sampai berzina. Semoga kita mendapat perlindungan Allah SWT dari hal-hal negatif mengenai kasih sayang tersebut. Aamiin.
“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al Israa’, 17: 32)
M Bagus Setiawan

Tentang M Bagus Setiawan

Saat ini aktif sebagai pengurus daerah KAMMI Jember sebagai staf HUMAS. Kuliah di Jurusan Teknik Mesin Universirsitas Jember. sangat tertarik dengan dunia membaca dan menulis. [Profil Selengkapnya]

Sumber: http://www.dakwatuna.com/
Read more »

Sabtu, Februari 08, 2014

Rindu, Cinta, dan Kamu

Rindu,
Semacam gumpalan buih yang melaut luas,
mencair dan membasahi setiap relung di hati.
Semerbak menggetarkan syaraf,
mengisyaratkan pesan sederhana untuk bersua…
Rindu,
Membawa pesan selembut embun yang tak butuh warna untuk menjadikan pagi mencintainya
Mencipta hangat selaksa fajar di setiap terbitnya.
Rindu,
Semesra senja yang menjadikan malam begitu sabar menanti kedatangannya
Dan adalah rindu,
Yang menjadikan semua beban ini meringan,
dan pundak menguat. Menjelma meneguhkan hati yang sempat terkoyak…
Olehmu. Cinta.
Dan karenamu, Cinta…
Aku yang dulu beku kini menghangat hebat
Membersamai tumbuh dan berkembangnya rasa yang ku tanam sendiri, dan akulah yang akan bertanggung jawab atas perasaan yang kuharap bisa dihalalkan, nanti.
Kupahat lembut di pintu hati,
Kubayangkan seseorang yang masuk adalah kamu seorang diri.
Tidak masalah sesiapanya kamu nanti,
Tapi bagaimana aku menujumu, itu jauh lebih berarti.
Kemudian aku membawamu masuk perlahan, ke sini. Di altar sanubariku
Ale Ikhwan Jumali

Tentang Ale Ikhwan Jumali

Mahasiswa tingkat akhir Universitas Gadjah Mada yang selalu berkeinginan untuk memberikan kontribusi besar bagi agama. Suka tantangan dan wirausaha. Hampir separuh dari masa akademiknya Sejak SMA dilewati sebagai marbot masjid. [Profil Selengkapnya]
Read more »

Jika Mau Lulus UN dengan Nilai Tinggi, Putuskan Pacarmu Sekarang Juga!!

Sahabat semua, kali ini kita akan membicarakan tentang cinta. Jika berbicara tentang cinta, dibahas 2 hari dua malam pun tak ada habisnya, karena kedalaman cinta itu lebih dalam dari samudra yang luas dan tingginya nilai cinta lebih tinggi dari angkasa yang membumbung. Pernah saya dengar ketika sekolah dasar bahwa cinta adalah sebuah kependekan dari C (cerita) I (indah) N (namun) T (tiada) A (arti) hehe.
Nah, berbicara tentang cinta ternyata cinta itu bermacam-macam dan banyak versinya mulai dari cinta orang tua pada anaknya sampai cinta manusia dengan hewan peliharaannya, dan sekarang kita akan membahas tentang cinta kita kepada lawan jenis atau intinya saya akan membahas fenomena kebanyakan remaja sekarang yaitu PACARAN. Berbicara tentang pacaran, maka yang terbayang adalah sebuah kesenangan antara sepasang manusia yang menjalin hubungan kasih, padahal kalau di analisa secara detail ternyata pacaran justru membuat hidup kita tidak bahagia, membuat galau bahkan bisa membuat masa depan kita hancur, gak percaya?? Begini ceritanya, xixixi. Banyak remaja pacaran dengan alasan agar aktivitas belajar dan sekolah mereka jadi bersemangat. Memang benar dengan berpacaran remaja akan menjadi senang jika ke sekolah, karena ketemu dengan pacarnya. Namun ada sebuah kisah menarik yang dialami oleh seseorang, sebut saja namanya R. Pada saat R duduk di kelas 12 SMA, dan memiliki wajah yang ganteng itu, berpacaran dengan seorang cewek paling cantik di sekolahnya, anggota PASKIBRAKA nasional dan anak Dokter, pokoknya nyaris perfect lah. Saat ketahuan oleh ibunya pacaran, R beralasan bahwa dia berpacaran biar semangat pergi ke sekolah, dan benar, si R semangat pergi ke sekolah, tapi bukan semangat buat belajar melainkan semangat untuk berpacaran. Dan tentunya R beranggapan wanita tersebut akan setia dengannya, namun yang terjadi di luar dugaan, tujuh hari sebelum Ujian akhir, R diputusin oleh pacarnya yang sangat dicintainya itu, kemudian yang terjadi si R menjadi galaunya bukan main, karena patah hati. Dan galau karena patah hati tidak bisa sembuh seminggu atau dua minggu bahkan bisa berbulan-bulan. Dan akhirnya gara-gara galau akibat patah hati, si R tidak fokus ujian dan akhirnya nilainya jeblok dan SNMPTN tidak lulus sehingga dapat dikatakan pada waktu itu masa depannya terancam suram.
Itulah sebuah kisah tragis tentang cinta, di mana bila kita belum punya timing yang tepat dalam menjalin kasih yang terjadi ialah sebuah kegalauan yang menghancur luluh lantahkan hati, pikiran bahkan masa depan kita. Oleh karena itu maka yang masih menjalani kehidupan sebagai remaja atau profesi lainnya, sadarilah bahwa berpacaran itu banyak ruginya dan bila kamu seorang cowok, maka ketika berpacaran biasanya cowok paling dirugikan secara financial, bahkan mungkin ada cowok yang dia rela tidak memakai uang jajannya tiap hari dan menabungnya agar bisa weekend nan dengar pacarnya di akhir pekan, bahkan ketika pacarnya akan berulang tahun sang cowok rela menabung sampai terkumpul ratusan ribu rupiah untuk dibelikan kado pacarnya. Namun sebuah ironinya ialah kenapa sang cowok tidak melakukan hal yang sama untuk ibunya, pernahkah kita menabung uang yang cukup banyak dengan niatan membahagiakan ibu kita?? Sebagian kita sering memberikan coklat kepada calon pasangan kita saat hari palentin namun pernahkah kita dari dulu sampai sekarang saat hari ibu memberikan uang, kado atau coklat?? Padahal harusnya ibu kita lebih wajib kita bahagiakan daripada pacar kita, karena ibu kita sudah mengurusi kita dari kecil sampai sekarang dan pacar kita, baru kita kenal satu atau dua tahun ini tapi mengapa kita lebih care dan perhatian kepada pacar kita? Di manakah hati nurani para pemuda kita??
Kemudian alasan seseorang ketika memutuskan untuk berpacaran ialah karena ingin saling kenal lebih dalam sebelum menuju jenjang pernikahan, dan kalau memang alasannya untuk saling kenal mengenal kenapa ada artis sudah pacaran sembilan tahun bahkan nikahnya di tanah suci Mekkah dan saat kembali ke Indonesia baru dua tahun nikah sudah bercerai, padahal sudah pacaran selama sembilan tahun, tapi kenapa usia pernikahannya hanya seumur jagung?? Dan kalau kita perhatikan, kakek, nenek atau orang tua kita dulu biasanya nikah tidak pakai pacaran tapi langsung nikah dan dijodohkan oleh orang tua mereka dan ternyata walaupun tidak didahului pernikahan hubungan mereka langgeng sampai puluhan tahun tidak ada perkara rumah tangga yang membuat mereka berpisah, namun tidak menampik sebagian kecil ada yang tidak baik. Oleh karena itu ketika berpacaran seseorang hanya saling kenal-mengenal tentang kelebihannya dirinya dan pasti akan menutupi kekurangan dirinya sehingga tabiat-tabiat jelek seorang pasangan akan terlihat saat setelah pernikahan.
Pacaran pun akan berakibat ruginya si cewek, cewek yang dia rela dipacari oleh seorang lelaki maka ia maaf, tidak ada bedanya dengan mangga yang dijual di pasar, lho kok bisa? Bisa, mangga yang dijual di pasar sering dipegang-pegang sebelum dibeli, di cium berkali-kali tapi banyak yang tidak jadi membeli mangga tersebut. Sama dengan cewek yang pacaran sudah dipegang-pegang, di cium-cium tapi tidak jadi dinikahi dan berarti dia barang Second  hehe oleh karena itu jika ingin mengenal calon pasangan kita, lihatlah sahabat terdekatnya siapa, pasti gak jauh berbeda dengan sifat orang calon pasangan kita. Dan tentunya dalam Islam tidak mengenal istilah pacaran, barang siapa dia berpacaran berarti dia melakukan sebuah perbuatan yang mendekati Zina dan itu sangat tidak diridhai Allah.
Wallahualam.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/
Read more »

Memimpin Itu…

“Datang rapat kan?”
“Maaf gak bisa datang.”
“Kenapa gak bisa.”
“Ada acara.”
“Acara apa?
“Mau tau aja sih…”, dalam hati.
“Asasi”, jawabku.
“Oiya, lain kali gak bisa datang rapat secepatnya kasih tau ya… Biar bisa laporan ke atas.”
Pengalaman dulu ketika menjadi staf di sebuah kelembagaan pembinaan. Duh, mau tau aja urusanku. Tidak perlukah hanya menjawab “ada acara”. Apalagi dia cowok. Kalau aku punya acara yang privasi banget gimana coba. Maklum sedikit pengalaman membuatku kaku dalam bersikap.
Kini, amanah itu berubah. Beban yang tak disangka akhirnya “menimpa” ku. Pengalaman pertama jadi koordinator media sebuah proyek. Mengkoordinasi ternyata bukanlah perkara mudah. Banyak yang mengatakan itu juga bukan perkara yang susah. Hanya butuh wibawa yang bisa menggerakkan rekan-rekan se-amanah.
Hufth… Sudah di-sms berya kali-kali tidak direspon sama sekali. Butuh jawab jelas dan segera. Jawaban cukup “ya” atau “tidak” saja, disingkat sesingkat-singkatnya juga tidak apa “y” atau “tdk”. Ah, rasakan juga sekarang. Dulu terkadang tidak membalas sms dari mas’ul/ketua/koordinator. Mungkin perasaan mereka seperti ini. Kecewa. Maka berlatih untuk sabar.
Sekarang aku paham. Kenapa dulu mas’ul sering menanyakan itu. Bukan maksud hati untuk mengganggu atau ikut campur urusan orang lain. Kami hanya ingin tahu keadaan teman-teman kami. Ingin tahu kondisi mereka. Apakah baik-baik saja. Terkadang muncul rasa khawatir. Kenapa ya mereka tidak membalas sms? Marah atau saya ada salah. Sehatkah. Atau sedang ada masalah. Khuznuzhan kami, mungkin sedang sibuk sehingga tidak sempat membalas sms. Semoga baik-baik saja.
Menjadi koordinator, ketua, mas’ul atau apapun itu… Hakikatnya menjadi pemimpin. Pemimpin itu… Belajar. Banyak belajar segala hal. Belajar menjaga perasaan diri, perasaan orang lain, jangan membuat cemburu Allah. Menjaga hati ini untuk tetap tenang walau badai menghadang. Menjaga hati orang lain agar mereka tak terganggu dengan kita, agar mereka tak terkotori dengan prasangka karena kita, agar mereka tak sakit hatinya karena perbuatan kita. Jangan sampai karena sibuk mengurusi amanah lembaga ini, membuat Allah cemburu. Membuat Allah diduakan. Tak lagi sempat mengadu kepada-Nya di sepertiga malam.
Berbahagialah bagi yang mendapat amanah belajar memimpin…  Optimalkan kesempatan itu…
Rahma Darma Anggraini

Tentang Rahma Darma Anggraini

Tahun ini beramanah sebagai Kadep Medinfo BEM FT UNY. Sempat juga bergabung dengan Keluarga Muslim al-Musthofa (KMM) di BSO Musthofa Coorporation. Pernah aktif di LPMT Fenomena sebagalayouter, dan di Tutorial… [Profil Selengkapnya]

SUMBER: dakwatuna.com
Read more »

Mental dan Perilaku Buruk Pemuda Memprihatinkan

PURBALINGGA - Kehidupan remaja di masa sekarang ini dinilai sudah sangat memprihatinkan. Banyak dari pemuda yang sudah memiliki mental dan perilaku yang buruk.
Bupati Purbalingga Sukento Ridho Marhaendrianto menilai persoalan itu sudah menjadi tanggung jawab pemerintah, pendidik maupun orang tua. Organisasi kepemudaan juga memiliki peran serupa.
Ia mengatakan itu saat bersilaturahmi dengan pengurus Iqro Club Purbalingga (ICP) serta sejumlah pejabat di Ruang Pringgitan Komplek Rumah Dinas Bupati, Jumat (7/2).
“Ayolah bareng-bareng makaryo bahu membahu untuk membenahi moral generasi muda yang sudah terdegradasi oleh pengaruh buruk, baik karena pengaruh pergaulan, teknologi yang semakin canggih maupun karena kurangnya perhatian dari kita semua,” kata dia
Ketua Iqro Club Purbalingga (ICP) Dwi Susianto mengatakan ICP siap membantu Pemkab Purbalingga dalam mengatasi persoalan remaja itu melalui berbagai kegiatan yang positif.
Iqro Club Purbalingga adalah sebuah lembaga yang berdedikasi pada pembinaan akhlaq pemuda dalam upaya mempercepat terwujudnya masyarakat madani di Indonesia.
BANGKIT WISMO

sumber: BRALING.COM
Read more »

Rabu, Februari 05, 2014

Jalin Silaturahmi WNI, PKS Jepang Adakan Turnamen Futsal

Tokyo - Akhir tahun 2013 kemarin, PIP PKS Jepang menutup kegiatannya dengan mengadakan turnamen futsal yang dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2013.
Kegiatan ini dilakukan bertepatan dengan musim libur akhir tahun bagi para pelajar, mahasiswa dan kalangan kensushei (trainee di perusahaan Jepang). Tidak urung turnamen ini diikuti sebanyak 200 orang peserta yang terbagi menjadi 20 tim futsal yang berasal dari Tokyo dan wilayah sekitarnya. Hal ini sesuai dengan tujuan kegiatan ini yaitu menjalin silahturahmi sesama WNI yang berdomisili di Tokyo dan sekitarnya seperti yang diutarakan Jonny Herwan selaku ketua Futsal Tournament 2013.
  
Walaupun tidak berasal dari tim futsal profesional, tetapi dapat dilihat dengan kostum yang dipakai para pemain menyerupai pemain futsal professional. Dan tiap tim yang bertanding sangat bersemangat dan penuh semangat persaudaraan. Tidak hanya pemain saja yang datang ke lapangan, tetapi juga supporter hadir ke lapangan untuk menyemangati tim kebanggaannya.
Turnamen yang berlangsung seharian di Futsal Point Kawaguchi-Saitama, dimenangkan oleh Tim Goro FC dan mendapatkan trophy dan uang. Dan bagi semua pemain mendapatkan sertifikat keikutsertaan turnamen futsal.
"Semoga untuk turnamen futsal di tahun akan datang dapat dihadiri peserta tidak hanya dari wilayah Tokyo dan sekitarnya, tetapi juga berasal dari seluruh Jepang.", begitu harapan dari Ketua Pelaksana yang saat ini sedang menyelesaikan Program S3-nya.


Read more »

Tidak Ada yang Salah dengan Menikah Muda [Part 2] Oleh Dewi Kurniawati

Hasil perbincangan saya dengan seorang sahabat—yang katanya calon psikolog ini— akhirnya menyimpulkan bahwa memang tidak ada yang salah menikah di usia yang relatif muda. Walaupun kami sendiri memang belum menikah, tentu karena memang belum Tuhan pertemukan dengan jodoh kami masing-masing. Dan sepertinya Tuhan memang paham bahwa kami memang sedang fokus pada pencapaian kami masing-masing, dan sedang saling memperbaiki dan memantaskan diri bagi jodoh yang baik. Tuhan memang selalu tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya.
Maka kami pun sebenarnya sangat menyayangkan komentar-komentar miring semacam itu. Berbekal cerita dari seorang dosen, sahabat saya itu pun akhirnya menceritakan bahwa semasa kuliahnya, sang dosen tersebut pun memiliki teman yang menikah ketika tengah menempuh kuliahnya. Lalu apa yang terjadi? Komentar-komentar miring seperti yang telah disebutkan di atas itu, ternyata sama sekali tidak terbukti. Yang terjadi adalah bahwa suami beliau senantiasa memotivasi beliau, bahkan termasuk untuk hal-hal yang berurusan dengan pendidikan yang tengah ditempuhnya. Dan yang paling membuat kami berdecak kagum adalah perlakuan istimewa yang diberikan sang suami ketika beliau sedang ujian, yaitu sang suami mengharamkan beliau untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah (semacam membersihkan rumah, mengepel, mencuci piring, dsb). Setiap ujian semester berlangsung, sang suami selalu memperlakukan beliau bak seorang putri. Beliau hanya diperkenankan untuk fokus dengan ujian semesternya saja. Luar biasa bukan?
Fakta lainnya adalah tentunya memilih menikah di usia ini jauh lebih baik, ketimbang terus-menerus mempertahankan hubungan pacaran yang belum jelas juntrungannya. Yang secara agama pun ‘sebenarnya’ dilarang, karena mendekatkan diri pada kemaksiatan tentunya. Apalagi jika menyaksikan perkembangan pergaulan jaman sekarang. Tak jarang membuat kita secara refleks mengucap istighfar.
Gaya berpacaran anak jaman sekarang yang semakin kelewat batas inilah yang semestinya dipersoalkan. Apakah menikah di usia yang relatif  muda ini  lebih buruk ketimbang mempertahankan kemaksiatan?. Bukankah mengerikan jika generasi muda yang kelak akan memimpin bangsa ini, malah berlomba-lomba melakukan kemaksiatan?. Sedangkan yang memilih menikah muda malah dipandang sebelah mata, padahal jelas ini yang syah secara agama dan Negara. Memang di jaman yang serba kekinian ini, agak sulit menemukan kebenaran. Ketika kesalahan sudah menjadi mayoritas, maka secara tidak langsung kebenaran akan menjadi kesalahan. Naudzubillah..
Untuk pernyataan yang menyatakan bahwa sebaiknya kita bekerja dulu agar bisa membahagiakan orang tua, sebelum menikah, ini agak mengganjal juga. Apakah kebahagiaan orang tua bisa dilihat dari pekerjaan anaknya saja? Bukankah kebahagiaan yang sesungguhnya—yang bisa dibawa mati—adalah ketika anak-anaknya menjadi anak yang shaleh dan shalehah? Lalu bagaimana jika ternyata orang tua justru lebih bahagia ketika menyaksikan  anak-anaknya hidup bahagia dengan menantu dan cucunya? Bukankah itu yang lebih berarti? Dan bukankah ada jaminan surga bagi seorang ayah yang berhasil menjaga dan mengantarkan kesucian anak wanitanya sampai menikah?  Subhanallahu…
Jika Anda pernah membaca buku Felix Siauw  yang berjudul ‘Udah Putusin Aja!’, Anda tentu akan lebih menemukan banyak fakta mengerikan lainnya dari hubungan berpacaran anak jaman sekarang. Bagaimana disebutkan bahwa sekian persen dari jumlah remaja putri di Indonesia dinyatakan sudah tidak perawan lagi. Begitu murah kah harga sebuah keperawanan, hingga tak layak dipertahankan untuk pasangan syah kita, kelak? (Jika Anda belum membaca buku ini, saya sarankan Anda untuk membacanya, karena memang banyak ‘moral value’ nya).
Lalu untuk pernyataan terakhir, yang menyatakan bahwa—di usia 19-20 an ini—sistem reproduksi dan kandungan seorang wanita masih belum siap ini, amatlah disayangkan oleh sahabat saya itu. Ia menyatakan bahwa justru di usia ini, kandungan dan sistem reproduksi seorang wanita sedang baik-baiknya. Bukankah ada batasan bahwa sampai usia berapa seorang wanita masih bisa melahirkan dengan baik? Bukankah semakin tua, fisik seseorang sudah tidak terlalu baik, apalagi bagi seorang wanita untuk melahirkan? Dan bukankah usia produktif seperti kita inilah yang jauh lebih baik dan lebih terjamin untuk bisa melahirkan keturunan yang sehat?
Lalu, masihkah ada alasan untuk tidak menghargai keputusan orang-orang yang memilih menikah di usia relatif muda itu? Jika tujuannya jelas adalah mengharap Ridha-Nya.
Terakhir, saya hanya bisa menyimpulkan bahwa “Tidak ada yang salah dengan menikah muda (jika tujuannya adalah karena-Nya), yang salah adalah jika pernikahan itu terjadi akibat sebuah ‘accident’ yang kurang diharapkan, tapi tentu lebih salah lagi jika itu akhirnya tidak dinikahkan—bahkan digugurkan— Naudzubillah…
Tanpa berniat saling menyalahkan, hanya ingin saling mengingatkan, dan meluruskan pandangan. Agar kita menjadi orang yang sama-sama lebih bijak dalam memberikan tanggapan pada mereka yang memilih menikah untuk mengharap Ridha-Nya, walau di usia 19-20 an.

sumber: http://muda.kompasiana.com
Read more »

Tidak Ada yang Salah dengan Menikah Muda [Part 1] oleh Dewi Kurniawati

Kapan kita mulai sadar jika usia kita semakin menua? Ya, salah satunya ketika mendapat undangan pernikahan teman sebaya. Mungkin usia kita memang masih muda, tapi tentunya itu beriringan dengan semakin menuanya usia kita, yang pada akhirnya membuat kita berpikir untuk menentukan akan dibawa kemana kehidupan ini. Akan seperti apa kehidupan kita di masa yang akan datang? Dan langkah apa yang harus kita lakukan sekarang, agar esok mendapatkan kehidupan yang didambakan?
Usia 19-20 an memang bukan kategori tua. Tetapi sekali lagi, itu proses menua. Usia dimana seseorang mulai dianggap dewasa, mulai ditimpa beragam masalah yang sama sekali tak pernah terpikirkan sebelumnya. Rangkain peristiwa-peristiwa yang tidak terduga, yang kadang memancing emosi itu merupakan proses pendewasaan. Dimana seseorang dituntut untuk pandai bersikap, mengambil keputusan, dan menentukan langkah untuk kebaikan hidupnya kelak. Pada usia ini, seseorang memiliki beragam pilihan. Ada yang tengah menempuh pendidikan di bangku kuliah, ada yang memilih bekerja dulu, atau ada juga yang memilih menikah—tentu karena sudah ada jodohnya—.
Nah pilihan terakhir itulah yang menarik untuk dibahas. Pernikahan itu bisa berlangsung setelah lulus SMA, bisa juga yang setelah lulus SMA memilih bekerja dulu sebentar—baru menikah—, atau ada juga yang memilih menikah ketika sedang menempuh pendidikan di bangku kuliah. Rencana Tuhan memang tidak ada yang tahu. Ketika Tuhan mempertemukan kita dengan jodoh kita di usia yang tergolong masih sangat muda, tidak ada yang bisa kita lakukan bukan? Selain bersyukur. Itu juga bisa berarti bahwa Tuhan memberikan kepercayaan lebih kepada kita di usia yang masih sangat muda untuk berumah tangga, mengabdikan diri kepada pasangan syah.
Di tengah kesibukan saya menyelesaikan studi strata satu dan kesibukan berorganisasi, undangan pernikahan dari teman-teman tak jarang datang kepada saya. Entah itu dari kartu undangan yang sampai ke rumah, dari sms berantai teman-teman, atau dari group di sosial media. Undangan itu beragam datangnya, dari teman kecil, teman sd, sahabat dekat, sampai yang terakhir teman sekelas saya di bangku kuliah. Tentu tak ada reaksi lain yang bisa saya tunjukkan, kecuali mengucap syukur karena terharu dan bahagia melihat teman—yang rasanya baru kemarin saling bermain bersama, menggila bersama, susah senang bersama itu—akhirnya sudah Tuhan temukan dengan jodohnya.
Di tengah rasa syukur atas pernikahan teman tersebut, komentar miring kerap saja mampir dari sebagian orang. Komentar itu bisa berupa reaksi kaget penuh ketidak percayaan, karena pernikahan yang mereka anggap masih terlalu muda itu. Pernyataan-pernyataan seperti, “Serius lo? Ya ampun gue nggak percaya banget dia mau married semuda ini, emang dia udah siap?”, “Beneran dia lulus SMA mau langsung married? Nggak mau kuliah dulu gitu? Atau paling nggak, kerja dulu kek? Biar bisa bahagiain orang tua dulu”, “Ya ampun dia kan masih kuliah, yakin kuliahnya gak keteteran? Kalo pas di tengah jalan dia hamil kan, malah repot, apa bakal kelar kuliahnya? Belum lagi tugas-tugas kuliah, terus skripsi juga, apa bisa fokus kuliah sambil ngurus keluarga?”, sampai yang terakhir saya dengar, “Ya ampun itu cowoknya gak sabaran banget sih.. paling nggak tunggu sampe lulus kuliah lah, dasar cowok yah! Lagian kan kalo seumuran kita, kandungan sama sistem reproduksinya masih belum siap, malah kasian kali”.
Secara pribadi saya kurang setuju dengan pernyataan-pernyataan di atas, yang ditujukan bagi mereka yang akan segera menikah. Mungkin masih masuk akal jika itu ditujukan kepada diri sendiri atau bagi lingkungan yang satu visi—yang ingin fokus kuliah atau bekerja dulu—, tentu sebagai bentuk proteksi diri agar tidak terlalu mempermasalahkan persoalan percintaan yang ‘katanya’ rumit itu. Namun ini pun tidak boleh menyudutkan atau bahkan menjadikan kita antipati terhadap mereka yang memilih menikah muda. Raut wajah gembiralah, yang tetap lebih pantas kita perlihatkan ketika teman mengabarkan berita pernikahannya itu.

sumber:http://muda.kompasiana.com
Read more »

Selasa, Februari 04, 2014

Jam Session Nongkrong Bareng PKS

Sore hari adalah waktu yang pas untuk menikmati pemandangan kota Pangkalpinang. Dan seperti biasanya alun-alun Taman merdeka selalu menjadi pilihan banyak keluarga untuk membawa anggota keluarganya menikmati hiburan serta suasana kota yang khas, cukup meriah namun tetap kondusif. Dan ada sesuatu yang beda pada sore itu.

Minggu sore kemarin (2/2) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Babel melalui bidang Generasi Muda dan Profesi (GMPro) melakukan jam session bersama komunitas band Pangkalpinang di alun alun Taman merdeka Kota Pangkalpinang.

Acara yang dikemas dalam tajuk “Nongkrong Bareng PKS” ini menghadirkan grup band The Rainbow yang merupakan band anak muda kota Pangkalpinang yang terbilang cukup eksis di Babel. Tak lupa juga PKS memberikan layan kesehatan yang melibatkan tim Medis PKS yang terdiri dari perawat, dokter dan tenaga medis lainnya.

Dalam siaran persnya ketua pelaksana acara Nongkrong Bareng PKS, Rio Setiady menyampaikan acara ini merupakan sesi bersama dengan rekan-rekan dari grup band The Rainbow, khusus datang untuk menghibur masyarakat kota Pangkalpinang.

Dan secara tak terduga juga hadir beberapa orang dari komunitas regee, serta seniman lintas aliran musik band lainnya. Tak lupa sang vokalis band, Choki Suhendra di sela penampilannya dengan penuh semangat mengajak komunitas muda pangkalpinang yang memiliki talenta untuk turut serta dalam kegiatan nongkrong bareng PKS, acara yang memang dipersembahkan untuk mereka yang muda dan penuh kreatifitas.

sumber: pkspiyungan.org
Read more »

Selasa, Desember 03, 2013

Outbond Pelajar Purbalingga Paling Seru dan Besar Coming Soon!


Purbalingga, Acara begini jarang lho ada di Purbalingga. Ketika saya tau ada acara begini dalam benak saya sangat ingin ikut untuk menambah pengalaman yang menarik dan meluasakan pertemanan. Apa sich isi acaranya, setau saya acara Iqra Club Pbg memang bagus2 ini salah satunya. Teman-teman akan mendapatkan pelajaran berharga terkait motivasi belajar (pas ni yang mau UN atau Ujian Semester), team building dan tentu kejadian-kejadian lucu yang menarik. Kegiatan ini khusus anak-anak SMA/K dan yang sederajat se-Purblingga. Jangan lewatkan Isi liburan teman-teman dengan hal yang bermanfaat, Insya jadi Pelajar yang gaul deh. Semangat!!!!!
Read more »

Selasa, November 12, 2013

Inikah Caleg 2014 Pilihan Anda? Pemilih Pemula Harus Cerdas!

 

Prolog

Pemilu 2014 sudah tinggal bilangan bulan. Dari Pemilu ke Pemilu kita menghadapi realita yang serupa dan sama, dimana para Caleg saling aksi pasang spanduk, baliho dan sejenisnya. Bahkan notabene para caleg yang masih duduk di kursi legislatif, kemana aja selama ini ya koq masih pasang gaya seperti itu
Postingan ini diadopsi dari Tulisan Bambang Haryanto yang merupakan surat pembaca di Harian Suara Merdeka dan di posting di iklanpolitik.wordpress.com dengan judul Surat Politik Bambang Haryanto (1) dan Surat Politik Bambang Haryanto (2).
Saya kira masih relevan untuk menilai kondisi Pemilu 2014

Caleg 1: Caleg Yang Tidak Mendidik

Papan nama itu berisi tempelan beragam informasi. Dari lowongan pekerjaan, pelatihan blog, promosi real estat, kursus, seminar, sampai arisan sepeda motor. Tertempel di sebuah kios fotokopi di Wonogiri, yang semakin hari kapling halamannya semakin bertambah dengan info-info yang makin beragam pula. User generated content (UGC), demikian istilah dari dunia Internet untuk fenomena papan nama tersebut. Para caleg seyogyanya memperkaya kampanyenya dengan cara UGC ini. Di kantor partai atau rumahnya, mereka dapat mendirikan papan informasi untuk masyarakat setempat. Diri mereka tampil sebagai hub, pusat persilangan informasi yang bersifat lokal, yang tentu saja relevan dengan kebutuhan konstituennya. Prakarsa yang mendidik dan memberi manfaat ini jelas merupakan kampanye yang memiliki keunggulan tersendiri !

 

Caleg 2: Mendadak Sok Selebritis

Selebritis menjadi makhluk istimewa karena dirinya memberikan sesuatu kepada masyarakat. Utamanya bakat artistik yang mereka geluti dan perjuangkan dalam waktu yang tidak sedikit. Mereka jadi terkenal. Masyarakat luas mudah mengenal mereka, dengan sukarela menjadi fans, pengagum, dan bahkan menghidupinya dengan membeli produk-produk artistik kreasi mereka. Keistimewaan kaum selebritis itu kini ingin dinikmati para caleg kita. Tetapi dengan jalan pintas. Mereka yang selama ini bukan siapa-siapa, satu kecamatan pun tidak dikenal meluas, mendadak jadi sok selebritis. Lalu meminta dukungan yang mementingkan dirinya sendiri, hanya dengan memajang papan peraga kampanye di jalan-jalan. Rata-rata dengan olah grafika yang kacau-balau dan teks-teks yang hambar, datar, tidak menggugah. Tidak komunikatif. Tanggal 9 April 2009 akan menjadi saksi bahwa usaha jalan pintas itu hanya akan sia-sia belaka !

 

Caleg 3: Caleg Kita Sakit Buta Media

Pamer tampang dan pamer gelar akademis. Itulah yang mencolok dan mudah ditemui dalam papan peraga kampanye caleg-caleg kita. Ditambah slogan atau janji yang normatif, membuat konstituen kekurangan informasi mengenai visi-misi dan utamanya tentang kualitas intelektual caleg bersangkutan. Saya heran, mengapa mereka tidak memanfaatkan media massa ? Kalau kantongnya tak mampu untuk pasang iklan, mengapa mereka tidak menulis artikel atau surat pembaca ? Atau membuat blog. Dengan menulis mereka mengasah ketajaman berpikir atau pengamatannya terhadap masalah yang dihadapi para konstituen, terbuka untuk berdiskusi dan kemudian memberikan solusi. Inilah saatnya mereka berdiri disamping rakyat dan berbicara memakai kacamata rakyat, sebuah sikap yang harus terus mereka pertahankan bila terpilih kelak sebagai wakil rakyat. Bukti tertulis dan dibaca banyak orang itu juga bermanfaat untuk menagih janji para wakil rakyat yang ingkar janji !

 

Caleg 4: Caleg-Caleg Untouchable Kita

Sukses Obama menjadi Presiden Amerika Serikat ke-44 ditunjang pemanfaatan sarana teknologi komunikasi dan informasi (TKI) yang baik dalam kampanyenya. Intinya, sarana TKI itu digunakan untuk mendengar, menyerap aspirasi konstituen, dan lalu mensosialisasikannya sebagai isu bersama. Meminjam kata-kata Bung Karno, Obama sukses sebagai penyambung lidah rakyat. Bagaimana wajah kampanye para caleg kita ? Mereka sangat elitis, egois, untouchable dan tidak merakyat, karena tidak mau membuka dialog dengan konstituennya. Simak saja peraga kampanye mereka, isinya lebih banyak mementingkan diri mereka sendiri. Memuji-muji diri sendiri. Dalam sarana itu tidak terpajang data alamat, situs web/blog, email, telepon/HP (apalagi yang bebas pulsa) sebagai gestur kesediaan mereka membuka akses guna bersosialisasi dan berinteraksi dengan rakyat banyak yang mereka wakili. Pemilih kini benar-benar ibarat dipaksa untuk memilih kucing dalam karung !

 

Caleg 5: Caleg-Caleg Kita Yang Narsistik

“Pemasaran diri sendiri,” kata ahli pemasaran Al Ries dan Jack Trout dalam bukunya Horse Sense : The Key to Success Is Finding a Horse to Ride (1991), “merupakan aktivitas pemasaran yang terpenting sekaligus yang paling sulit.” Ketika melakukan perjalanan darat Wonogiri-Tasikmalaya pulang-pergi (17-18/1/2009), sambil mengamati dan memotret beragam papan peraga kampanye para calon legislatif kita, kiranya pendapat Ries dan Trout itu benar adanya. Kesimpulannya, sebagian besar para caleg itu tidak memahami strategi komunikasi pemasaran. Sehingga yang menonjol adalah sikap narsis, nafsu pemujaan terhadap diri mereka sendiri dan partai mereka. Yang mereka tonjolkan adalah nama partai, nomor partai, daerah pemilihan, nomor urut dirinya, foto, lalu janji-janji dan slogan kampanye mereka. Pesan-pesan mereka justru kebanyakan tidak berorientasi kepada sudut pandang sasaran kampanye mereka, yaitu para konstituen. Konstituen hanya diminta maklum akan janji-janji atau mantra-mantra “jual kecap” mereka. Pendekatan tersebut berakibat fatal. Dalam dunia komunikasi dikenal rumus WIIFM (What’s In It For Me). Sekadar contoh, etika menerima surat, sebelum membuka amplop, di benak Anda secara naluriah segera muncul pertanyaan WIIFM itu : adakah isi surat ini yang penting dan bermanfaat bagiku ? Isi surat yang tidak memenuhi harapan itu, tentu saja mengecewakan penerimanya. Rumus ini berlaku universal. Kesimpulan saya : dalam berkomunikasi saja para caleg itu nampak kemaruk mementingkan diri mereka sendiri, apalagi bila kelak telah terpilih ?

 

Surat 6: Partai Pemaku Pohon

Pelajar mencabuti paku-paku di pohon. Aksi sederhana dan konkrit dalam menjaga kelestarian lingkungan itu telah dilakukan oleh pelajar SMA St Yosef di Solo dan pelajar SMK 1 Pancasila di Wonogiri (16/7/2008). Iktikad baik mereka itu pantas mendapatkan apresiasi, sekaligus mendapatkan tantangan. Karena kita lihat semakin “brutal”-nya pelbagai fihak dalam memanfaatkan pohon di jalan-jalan utama kota sebagai tempat pelbagai mereka memajang sarana kampanye dan promosi. “Kalau sarana kampanye itu milik partai, kami tak berani,” demikian salah seorang guru SMK 1 Pancasila Wonogiri yang saya temui. Pendapat itu terkait realitas bahwa di Wonogiri saat ini menonjol bendera partai “H” telah dipakukan pada puluhan pohon pada jalan-jalan utama kota kecil ini. Kita kuatir 33 partai lainnya akan mengikuti jejaknya. Belum lagi pelbagai lembaga pendidikan asal Solo (AlfB, ATW, FjG), Sukoharjo (LPK Ao), dari Wonogiri sendiri (Akb SGH, GCC, Salon Drb) dan banyak lagi fihak lainnya, ikut pula menyiksa pohon-pohon tak berdosa itu. Semoga aksi pelajar-pelajar di atas mampu mengetuk pelbagai fihak mau berpikir mencari cara berpromosi yang lebih mencintai lingkungan.

 

Caleg 7: Caleg Tidak Mendengar

Hai rakyat, dengarkanlah dan ikuti kata-kataku. Percayai janji-janjiku, dan pilihlah aku. Begitulah inti pesan dari berderet papan peraga kampanye para caleg yang bertebaran di jalanan. Mereka seolah berada di atas, mengira rakyat itu ibarat botol kosong, tidak cerdas dan mudah mengikuti apa saja kata mereka. Persepsi itu salah besar. Mereka harusnya mau belajar dari ujaran Rebbeca MacKinnon, seorang blogger dan peneliti di Universitas Harvard yang mantan wartawan CNN di Beijing dan Tokyo. Ia bilang, seseorang lebih mampu menyerap dan mengelaborasi kembali informasi secara lebih mendalam bila yang bersangkutan dilibatkan dalam diskusi mengenai materi tersebut. Bahkan mereka memiliki pemahaman lebih mendalam lagi bila dirinya mampu menuliskan opini tentang hal bersangkutan di ruangan publik. Untuk mensosialisasikan pemilu dan individu caleg bersangkutan, kalau saja saya seorang birokrat KPU/KPUD atau caleg dan birokrat partai, akan saya ajari rakyat untuk menulis di beragam media. Baik artikel atau surat-surat pembaca di media massa, atau pun di blog-blog di Internet. Termasuk membebaskan mereka untuk menuliskan kritik untuk para caleg bersangkutan. Dengan demikian maka papan peraga kampanye di jalanan itu bukan sebagai media indoktrinasi, searah, yang membodohi rakyat. Tetapi lebih merupakan undangan awal bahwa caleg bersangkutan bersedia membuka telinga untuk mendengar aspirasi rakyat.

Sumber: http://www.eniwae.com/caleg-pemilu-2014/
Read more »

Rabu, Oktober 30, 2013

Gadis Muslim 15 Tahun Diterima 13 Kampus AS


Namanya Saheela Ibraheem, usianya baru 15 tahun. Putri seorang imigran asal Nigeria itu bingung hendak melanjutkan sekolah di perguruan tinggi mana, sebab tidak semua kampus bersedia menerima anak seusianya sebagai mahasiswa.

Akhirnya Saheela mendaftarkan diri ke 14 perguruan tinggi, termasuk tujuh kampus Ivy League -- perguruan tinggi paling bergengsi di Amerika.

Hasilnya, ia diterima di 13 perguruan tinggi sekaligus. Termasuk 6 dari tujuh kampus Ivy League. Hanya Universitas Yale yang menolaknya, mungkin karena usianya dianggap masih agak muda.

Meskipun 13 perguruan tinggi menerimanya menjadi mahasiswa, ia harus berdebat berminggu-minggu untuk menentukan satu pilihan. Bimbang antara pilihan MIT dan Harvard, ia lalu mengunjungi kedua kampus itu bulan lalu.

Akhirnya, dengan mantap Saheela memilih Harvard.

"Dia mengunjungi Harvard dan dia jatuh hati dengan tempatnya," kata Shakirat Ibraheem ibunda Saheela, seperti dikutip Star-Ledger NJ (04/5).

Siswi SMA Wardlaw-Hartridge di Edison, New Jersey itu ingin menggeluti bidang neurobiologi atau neuroscience agar bisa menjadi peneliti yang mempelajari cara kerja otak.

Meskipun demikian, Saheela merasa otaknya biasa-biasa saja. Dia menganggap kedua orangtuanyalah yang berjasa mengajarkan dirinya cinta belajar dan bekerja keras.

Safara Ibraheem, ayah Saheela yang bekerja sebagai analis dan wakil presiden di sebuah perusahaan keuangan di New York, sering menemaninya belajar di malam hari dan memberikan pelajaran tambahan di rumah untuk materi yang tidak diajarkan sekolahnya.

Menurut gurunya, Saheela seperti siswa-siswa umumnya yang tidak menghabiskan waktunya hanya untuk belajar.

"Dia tekun dan sangat cerdas. Hanya saja dia terus mendorong dirinya sendiri," kata William Jenkins, direktur perkembangan di SMA Wardlaw-Hartridge.

Saheela juga unggul di aktivitas luar kelas. Dia atlet tiga olahraga, masuk tim softball, sepakbola dan renang. Di kelompok paduan suara sekolah dia menyumbangkan suara altonya dan pandai memainkan trombon bersama grup sekolahnya. Saheela adalah presiden kelompok investasi, kegiatan ekstrakurikuler yang secara virtual mengajarkan para siswa bagaimana berinvestasi di dunia saham.

"Saya berusaha melakukan yang terbaik dalam setiap hal yang saya lakukan," kata Saheela. "Siapapun yang giat pasti berhasil," katanya membocorkan tips suksesnya.

Tak heran jika dengan ketekunannya, Saheela bisa loncat kelas beberapa kali sejak di sekolah dasar, berhasil menembus 13 perguruan tinggi terkemuka dengan nilai rata-rata sekolah 96-97 dari nilai tertinggi 100, dan mendapat skor SAT (ujian masuk perguruan tinggi) sempurna 800 untuk matematika, 790 untuk menulis dan 750 dalam membaca.

Dan yang paling membahagiakan dirinya, dia akan segera menjadi mahasiswa di universitas ternama, sekaligus akan menjadi salah satu mahasiwa termuda di Harvard musim gugur tahun ini.

"Saya akan menjadi salah satu yang termuda. Tapi bukan yang paling muda," kata gadis Muslim berkulit hitam manis yang tinggal di Piscateway, New Jersey, dan tak lama lagi merayakan ulang tahunnya yang ke-16 itu. [Hidayatullah]
Read more »

Jadi Remaja Terpintar di Dunia, Saheela Ibrahim Berbagi Rahasia


Di balik penampilannya yang sederhana, gadis muslimah ini masuk daftar 50 remaja terpintar di dunia. Saheela Ibrahim, nama lengkapnya.

Senyum tulus menghiasi wajah remaja asal Nigeria ini ketika diwawancarai. Ia tak berhenti bersyukur ketika disinggung prestasinya. Baru berusia 16 tahun, tetapi namanya sudah dikenal di seluruh dunia. Sejumlah kampus terkemuka di dunia pernah menawarinya beasiswa. Ia juga diterima di 13 kampus ternama di Amerika. Tetapi karena hanya bisa kuliah di satu tempat, Saheela akhirnya memilih Harvard University. Ia sekaligus tercatat sebagai mahasiswa termuda di kampus bergengsi itu.

“Jika Anda bersemangat atas apa yang Anda lakukan, hal terbaik akan muncul. Saya bersemangat soal matematika dan sains," kata Saheela berbagi ‘rahasia’ keberhasilannya seperti dikutip Onislam, Rabu (23/10).

Gadis berjilbab yang menguasai banyak bahasa seperti Arab, Spanyol, Inggris dan Latin ini menceritakan bahwa ia mulai belajar pada usia 5 tahun. Kebetulan orang tuanya mendukung apa yang diminatinya.

Selain menjadi juara kelas, Saheela juga menjadi juara lapangan dan juara panggung. Di lapangan olah raga, ia pandai bermain softball. Sedangkan di pentas musik, ia mahir memainkan trombon, selain juga memiliki suara bagus sebagai anggota paduan suara.

"Saya mencoba yang terbaik dalam segala hal," kata Saheela menularkan semangatnya.

Ke depan, Saheela berencana mengambil jurusan neurobiologi dan berharap menjadi ilmuan yang mempelajari bagaimana otak bekerja. [AM/OI/Rol]

Diambil dari situs: www.bersamadakwah.com
Read more »

Sabtu, Oktober 26, 2013

Messi Indonesia Ke Belanda Untuk Saingi Messi


JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Almuzzammil Yusuf menerima kunjungan pesepakbola cilik Tristan Alif Noval, bocah berprestasi yang kerap dijuluki "Messi Indonesia", di ruang kerjanya DPR RI (24/10). Selain Muzzammil, Alif juga diterima anggota DPR lainnya seperti Refrizal, Ahmad Zainudin, serta anggota dan pimpinan Komisi I DPR RI.
Menurut Muzzammil, kehadiran Alif beserta kedua orang tuanya untuk mendapat dukungan dari DPR sebelum Alif berangkat belajar di akademi Ajax Amsterdam.
“Akademi Ajax Amsterdam tertarik untuk mendidik Alif menjadi pemain sepakbola profesional. InsyaAlloh akhir bulan ini, Alif ke Belanda untuk belajar sepakbola selama lima tahun.” Jelas politisi PKS asal Lampung ini di Jakarta, 24/10.
Muzzammil menegaskan dirinya dan rekan-rekannya di DPR mendukung Alif agar suatu saat tim sepak bola Indonesia menjadi kebanggaan dunia.
“Tentu kami mendukung. Bakat sepak bola Alif sudah diakui pelatih Guardiola. Jika kita perhatikan anak seperti Alif dari sekarang. 10-15 tahun yang akan datang sepak bola Indonesia akan maju.”jelas politisi PKS asal Lampung ini.
Dengan belajar di Ajax Amsterdam, Alif akan mendapatkan pelatih kelas dunia dengan kurikulum sepak bola yang ketat. “ Selain itu, Alif akan berkenalan dengan calon pemain sepak bola dunia seusianya.”tuturnya.
Setelah mendukung pengiriman tim U17 ke Gothia Cup kemarin, Penasihat Asosiasi Sekolah Sepak Bola Indonesia (ASSBI) ini berkomitmen untuk membantu Alif agar mendapatkan kemudahan belajar di Ajax Amsterdam.
“InsyaAlloh kami dari Fraksi PKS memberi Alif uang saku Rp.10 juta, tadi dari Komisi I DPR alhamdulillah membantu 1.000 Dolar US,” ujar Muzzammil.
Selain itu, kata Muzzammil, DPR akan meminta agar pejabat KBRI mengakomodasi kehadiran bocah Indonesia yang belajar di Negeri Kincir Angin itu. " Pimpinan Komisi I DPR  akan pertemukan Alif dengan Dubes di Den Haag. Kita berharap Alif merasa nyaman dan fokus belajar di sana."katanya.
Nama Alif “Messi Indonesia” ini mencuat saat Alif didapuk sebagai pemain terbaik dalam kejuaraan akademi sepakbola di Singapura. Video Alif memainkan bola lantas ke Youtube dan menuai banyak decak kagum.
pkspiyungan.org
Read more »

 

KAJIAN KEISLAMAN DAN KEILMUAN

BERITA DAERAH

POLITIK